Langsung ke konten utama

Api Unggun dan Mata Perih

Api Unggun dan Mata Perih

Ada satu hal yang paling saya suka dari camping: suasananya. Bukan cuma soal tidur di tenda atau bangun dengan udara pagi yang dingin, tetapi tentang bisa ngobrol panjang dengan teman-teman tanpa sibuk melihat notifikasi ponsel.

Beberapa waktu lalu, saya dan beberapa teman akhirnya mewujudkan rencana camping yang sudah lama kami bicarakan. Maklum, mencari waktu yang pas ternyata tidak semudah membuat rencana. Ada yang sibuk kerja, ada yang punya acara keluarga, ada juga yang setiap kali diajak selalu bilang, "Nanti kita atur lagi."

Sampai akhirnya kami benar-benar berangkat.

Sore hari kami sampai di lokasi, mendirikan tenda, memasak makanan sederhana, lalu berjalan-jalan sebentar menikmati suasana sekitar. Menjelang malam, bagian favorit saya pun dimulai: membuat api unggun.

Kami duduk melingkar sambil membawa makanan dan minuman hangat. Obrolannya ke mana-mana. Mulai dari cerita masa sekolah, pengalaman kerja, sampai membahas hal-hal random yang sebenarnya tidak penting, tetapi justru membuat kami tertawa sampai lupa waktu.

Saya sampai berpikir, "Ternyata yang seperti ini yang selama ini saya rindukan."

Saat Api Unggun Mulai Mengganggu


Masalahnya muncul ketika angin mulai bertiup cukup kencang. Asap dari api unggun beberapa kali bergerak ke arah kami. Awalnya saya hanya sedikit menjauh dan mengira semuanya akan baik-baik saja.

Tidak lama kemudian, mata saya mulai terasa SEpet. Ada rasa tidak nyaman seperti mata menjadi kering dan ingin terus berkedip. Saya sempat mengucek mata karena merasa ada sesuatu yang masuk, padahal sebenarnya itu justru bukan kebiasaan yang baik.

Saya tetap ikut ngobrol karena tidak ingin merusak suasana. Apalagi teman-teman sedang seru bercerita. Namun beberapa menit kemudian, mata mulai terasa PErih. Setiap kali asap bergerak mendekat, rasa perihnya semakin terasa.

Saya akhirnya memilih bergeser sedikit dari api unggun. Sayang juga sebenarnya, karena posisi saya jadi tidak bisa lagi melihat wajah teman-teman dengan jelas. Padahal justru ekspresi mereka yang membuat cerita-cerita malam itu semakin lucu.

Setelah cukup lama berada di luar, mata saya juga mulai terasa LElah. Ditambah lagi sejak sore saya cukup sering menggunakan ponsel untuk mengambil foto dan video. Rasanya ingin segera memejamkan mata dan beristirahat.

Di situ saya baru sadar, sesuatu yang kelihatannya sederhana ternyata bisa membuat momen yang menyenangkan menjadi kurang nyaman.

Sesampainya di rumah setelah camping, saya mencoba mencari tahu kenapa mata bisa terasa seperti itu. Ternyata Gejala Mata Kering bisa berupa mata SEpet, PErih, dan LElah. Saya juga baru mengetahui bahwa 4 dari 10 orang pernah mengalami mata kering dan sekitar 50% di antaranya tidak menyadari kondisi tersebut.

Pantas saja selama ini saya sering menganggap mata terasa sepet atau perih sebagai hal biasa.

Padahal, kalau terus dibiarkan, kondisi tersebut bisa mengganggu aktivitas dan membuat kita kurang menikmati momen penting. Dari pengalaman camping itu, saya mulai belajar untuk lebih memperhatikan kondisi mata, termasuk melakukan kebiasaan sederhana seperti cukup minum, mengistirahatkan mata setelah lama menatap layar, tidak mengucek mata, dan menjauh ketika asap mulai mengenai wajah.

Insto Dry Eyes untuk Mata Lebih Nyaman


Beberapa hari setelah camping, saya menceritakan pengalaman tersebut kepada teman. Ternyata dia juga pernah mengalami mata tidak nyaman setelah terlalu lama berada di sekitar api unggun. Dia kemudian mengenalkan saya pada Insto Dry Eyes.

Saya pun mencari tahu dan mencoba menggunakannya. Insto Dry Eyes membantu memberikan kelembapan pada mata sehingga dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat mata kering.

Sekarang, Insto Dry Eyes menjadi salah satu barang yang saya bawa ketika bepergian, terutama saat aktivitas dilakukan di luar ruangan. Ketika mata mulai terasa SEpet, PErih, atau LElah, saya bisa Tetesin Insto Dry Eyes sesuai aturan pakai agar mata terasa lebih nyaman.

Buat saya, pengalaman camping tersebut memberi pelajaran sederhana: menjaga kesehatan mata ternyata tidak harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Kebiasaan kecil di rumah seperti cukup minum, memberi waktu istirahat untuk mata, dan tidak mengabaikan rasa tidak nyaman sudah menjadi langkah yang berarti.

Karena kita tidak pernah tahu kapan momen seru berikutnya datang. Bisa jadi saat camping, traveling, berkumpul bersama keluarga, atau sekadar ngobrol bersama teman sampai larut malam. Jangan sampai mata yang tidak nyaman membuat kita kehilangan kesempatan untuk benar-benar menikmati momen tersebut.

Yuk, mulai lebih peduli dengan kesehatan mata. Sediakan Insto Dry Eyes sebagai teman dalam beraktivitas dan jangan anggap remeh gejala SePeLe. Bersama #InstoDryEyes, mari jaga kenyamanan mata dan wujudkan #BebasMataKering, karena #MataSePeLeJanganSepelein.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Kering Bikin Perih Sampai ke Hati, Atasi dengan Cara Ini!

Sebagai seorang wanita yang aktif bekerja di depan layar setiap hari, saya paham betul bagaimana rasanya ketika mata mulai terasa tidak nyaman. Mata sepet, perih, dan lelah jadi langganan tiap malam. Awalnya saya pikir ini hal SePeLe, tapi ternyata gejala itu adalah tanda Mata Kering yang bisa berbahaya kalau dibiarkan. Dan jujur, rasanya tuh kayak perih sampai ke hati. Sedih aja nggak nyaman mata kalau melihat apa-apa huhuhu. Kan tidak nyaman pastinya.